h1

Cangkir

August 28, 2011

Seorang pemuda pergi ke salah satu toko untuk memberikan hadiah ulang tahun untuk kekasih pujaan hatinya. Setelah sampai disana matanya tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. Kemudian pemuda itu bertanya kepada pemilik toko, “Wah cangkir ini begitu cantik ya”, kata pemuda tersebut. “Memang benar cangkir ini merupakan koleksi kami yang paling cantik’, sahut pemilik toko.

Saat mereka mendekati cangkir tersebut, tiba-tiba cangkir itu berkata “Terima kasih atas perhatian Anda kepada saya, tapi perlu diketahui dahulunya saya tidaklah secantik sekarang ini. Sebelum menjadi cangkir seperti sekarang, saya adalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun, suatu hari ada seorang pengerajin dengan tangan kotor mendekati saya dan melempar ke roda berputar”.

Kemudian ia memutar saya tanpa hingga merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Tetapi orang tersebut berkata. Belum ! Ini belum cukup ! Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.

Stop ! Stop ! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih meninjuku dan tanpa menghiraukan keadaanku. Lebih buruk lagi ia memasukkan saya ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Tetapi orang itu selalu berkata, Belum !

Akhirnya orang itu mengangkat saya dan membiarkan saya sampai dingin. Saya pikir selesailah penderitaan ini. Oh ternyata belum. Setelah dingin saya diberikan kepada seorang wanita dan ia mulai mewarnai saya. Asapnya begitu menyesakkan. Setelah selesai diwarnai maka saya dimasukkan kembali kedalam perapian yang lebih panas dari sebelumnya. Hentikan penyiksaan ini,sambil menangis saya berteriak sekuat-kuatnya . Tapi orang ini terus membakarku. Setelah puas menyiksaku maka dibiarkan saya menjadi dingin kembali.

Setelah benar-benar dingin wanita cantik mengangkatku dan menempatkan saya di dekatkaca. Saya melihat diri saya pada kaca tersebut. Saya hamper tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaan yang selama ini saya jalani lenyap begitu saja ketika melihat diriku di kaca tersebut.

Mungkin seperti itulah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, pasti tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan dan banyak air mata. Tetapi inilah cara bagi-Nya untuk membentuk kita menjadi lebih cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati karena Dia sedang membentuk anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapis etelah semua prose situ selesai maka anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda.

Untuk sahabat-sahabatku janganlah berkecil hati atas cobaan dan ujian yang menimpa. Jadikan semua itu pelajaran bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi. Bila mentari kita tak seindah mereka tetaplah berjuang dan tersenyum karena yakinlah senja kita lebih indah dibanding mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: